Cara Memotivasi Diri Sendiri


Ada sebuah ungkapan yang mungkin sudah sering kita dengar: memotivasi orang lain itu mudah, tapi memotivasi diri sendiri justru sulit.

Saat menyemangati orang lain, enteng saja rasanya berkata,
“Ayo, kamu pasti bisa! Gitu doang mah gampang, kamu pasti berhasil kok. Dengar ya, di dunia ini nggak ada hujan yang turun selamanya, nanti juga bakal ada pelangi. Semangat lagi, ya!”
Wah, ringan banget ngomongnya, ya? wkwk :v

Tapi sadar nggak sih?
Saat kita sendiri yang butuh motivasi, butuh penyemangat dan kata-kata yang menggugah... apakah kata-kata yang biasa kita ucapkan ke orang lain itu masih bisa membakar semangat kita?

Terkadang jawabannya, tidak.
Untuk menyemangati orang lain, satu dosis cukup. Tapi untuk diri sendiri, kita sering butuh dua kali lipat dosisnya.

Misalnya, saat menyemangati orang lain, kita berkata:

“Semangat, kamu bisa!”

Tapi ke diri sendiri:

“LO HARUS BISA, KALO NGGAK, LO NGGAK LULUS!”

Atau:

“Jangan nyerah, kamu pasti berhasil.”
Tapi ke diri sendiri:
“JANGAN CENGENG! INGET ADA KELUARGA YANG NUNGGUIN KESUKSESAN LO. COBA LAGI SAMPE BERHASIL!”

(Ya, ini cuma contoh yaa, hehe.)

Intinya, kita sering butuh dosis ekstra dan alasan yang lebih dalam untuk memotivasi diri sendiri.

Berikut ini beberapa cara memotivasi diri yang biasanya saya lakukan, terinspirasi dari tulisan๐Ÿ“ Harun Tsaqif:

1. Tanya ke diri sendiri: “Kenapa aku harus melakukan ini?”
Jawaban dari pertanyaan ini harus datang dari tujuan yang kuat. Kita butuh goal yang bisa jadi sumber semangat. Kalau rasa malas mulai muncul, mengingat kembali tujuan kita bisa menyalakan kembali nyala semangat. Insya Allah.

2. Tempel catatan motivasi di tempat-tempat yang mudah terlihat.
Bikin note kecil berisi kalimat pengingat atau afirmasi, tempel di dinding, cermin, meja belajar, atau layar laptop. Ini cukup ampuh untuk jaga semangat dan fokus kita menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

3. Lakukan deep talk dengan diri sendiri.
Ajak ngobrol hati kita sendiri. Tapi ingat, jangan di tempat umum ya, bisa dikira “nggak waras” nanti, hehe. Serius deh, ngajak diri berdiskusi. Tegaslah pada diri kita, tapi jangan kejam. Kita boleh lembut ke orang lain, tapi ke diri sendiri? Kadang perlu lebih tegas.

4. Nikmati proses bertumbuh, tanpa membandingkan dengan orang lain.
Beneran deh. Kalau kita mulai membandingkan progres kita dengan orang lain, itu bisa bikin down dan lupa sama pertumbuhan diri sendiri. Waktu kita terlalu berharga untuk dihabiskan memikirkan jalan hidup orang lain.

5. Ingat akhirat.
Cara paling ampuh untuk melecut diri. Kelak kita akan melewati perjalanan amat panjang dan melelahkan. Kalau sekarang tidak sempat menabung bekal, bagaimana nanti? Hidup hanya sekali, masa iya kita tidak ingin jadi versi terbaik dari diri kita?

6. Beri self-reward.
Setelah berhasil menyelesaikan sesuatu, kasih hadiah untuk diri sendiri. Nggak usah mewah, teh sisri atau choki-choki juga boleh banget. Hadiah kecil itu bisa bikin diri merasa dihargai. Tapi secukupnya ya, jangan sampai kebablasan, nanti tuman! ๐Ÿ˜„

Terkadang, yang kita butuh bukan motivasi keras, tapi belas kasih dari diri sendiri.
Bukan kalimat:

“Ayo semangat!”
Tapi cukup:
“Gak apa-apa, istirahat dulu sebentar. Kamu udah berusaha kok.”

Karena dalam perjalanan hidup ini, bukan cuma kerja keras yang penting, tapi juga keseimbangan dan penerimaan diri.

Semoga kita semua, selain pandai menyemangati orang lain, juga semakin mahir menyemangati diri sendiri ya. Huhuu, mari bertumbuh ๐ŸŒฑ.


Komentar

Postingan Populer