Kalau Dia Itu Jodohmu
Kalau dia itu jodohmu, maka semesta takkan perlu kamu paksa. Doa-doa yang kamu langitkan selama ini tak akan sia-sia, karena jodoh bukan hanya tentang siapa yang kamu pilih, tetapi tentang siapa yang juga memilihmu karena Allah telah menggerakkan hatinya.
Akan ada satu titik dalam hidupmu, ketika kamu tidak lagi mencari-cari yang sempurna, tetapi menanti dengan tenang seseorang yang membuatmu merasa pulang. Seseorang yang tidak selalu datang dengan gebyar perasaan, tapi hadir dalam bentuk yang paling sederhana: ketenangan. Ia tidak membuatmu selalu tertawa, tapi membuatmu tidak takut untuk menangis. Ia tidak menjanjikan dunia, tapi bersedia menemani langkahmu menuju akhirat.
Jika dia itu jodohmu, maka ia akan menyadari bahwa mencintaimu adalah bagian dari takdir terbaik dalam hidupnya. Ia akan hadir bukan karena kamu sedang baik-baik saja, tetapi juga ketika hidupmu sedang semrawut dan tidak indah untuk dipandang. Ia akan menerima masa lalumu tanpa bertanya terlalu banyak, dan akan menatap masa depan bersamamu tanpa ragu. Karena cinta sejati tidak dibangun dari rasa ingin tahu yang berlebihan, melainkan dari keinginan untuk memahami dan memaafkan.
Allah tidak pernah keliru dalam menuliskan takdir. Jika dia memang untukmu, maka hatinya pun akan condong padamu. Bahkan ketika logika mulai berkata "tidak mungkin", Allah mampu membalikkan segalanya dalam sekejap. Kadang kamu merasa terlalu biasa, terlalu rapuh, terlalu belum siap. Tapi cinta sejati yang ditumbuhkan oleh Allah selalu datang bersama penerimaan, bukan tuntutan. Maka, jika dia adalah jodohmu, kamu tak perlu berubah menjadi orang lain. Kamu cukup menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri—dengan segala prosesnya.
Hubungan yang Allah ridai bukan berarti tanpa ujian. Justru sebaliknya, kalian akan diuji dengan banyak hal: kesabaran, kepercayaan, komunikasi, bahkan jarak dan waktu. Tapi jika cinta kalian berakar pada iman dan keikhlasan, maka badai apa pun akan terasa bisa dilewati bersama. Karena jodoh yang sejati bukan tentang siapa yang paling mudah dicintai, tetapi tentang siapa yang paling siap mencintai dalam kesulitan.
Kalau dia memang jodohmu, ia tidak akan menghindar dari kelemahanmu. Ia akan menggenggam tanganmu ketika kamu takut, dan menyemangati ketika kamu lelah. Ia akan bersyukur bisa menua bersamamu, bukan hanya karena kamu cantik atau cerdas, tetapi karena kamu adalah bagian dari rencana besar Allah untuk hidupnya.
Jangan khawatir jika saat ini kamu belum melihat tanda-tandanya. Bisa jadi dia sedang Allah siapkan agar saat waktunya tiba, kalian sudah cukup dewasa untuk saling memahami. Bisa jadi kamu sedang Allah bentuk agar hatimu cukup lapang menerima takdir-Nya, bukan sekadar keinginanmu.
Karena jodoh sejati tidak datang sebagai beban, tetapi sebagai keberkahan. Tidak selalu lewat cinta yang meledak-ledak, tetapi lewat tenang yang terasa menyentuh jiwa. Dan kalau dia memang jodohmu, maka akan ada satu titik dalam hidup kalian, ketika semuanya terasa pas. Bukan karena tanpa masalah, tetapi karena kalian akhirnya sadar: kalian ditakdirkan untuk saling merawat, bukan saling menyakiti.

Komentar
Posting Komentar